Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/iI2RsSNMFuNoAE9A/sipilpediastore/public_html/wp-content/themes/larismanis-wp/includes/acf-pro/includes/api/api-template.php on line 499

Rp61.500 Rp46.125

Penulis             : Wulfram I. Ervianto
Penerbit           : Andi Publisher
Ukuran             : 16×23 cm
Halaman          : 214
Tahun Terbit   : 2012

Dikirimkan dari : Yogyakarta

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Selamatkan Bumi Melalui Konstruksi Hijau, Perencanaan, Pengadaan, Konstruksi Dan Operasi”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Add another image

Buku ini merupakan buku ke-8 yang telah saya terbitkan. Motivasi penulis menyusun buku ini tidak lain adalah dorongan setia pembaca buku-buku terdahulu. Dorongan datang dari sekalian para mahasiswa berbagai perguruan tinggi di Indonesia, praktisi, rekan sejawat, serta para mahasiswa dan alumni Fakultas Teknik Program Studi Teknik Sipil dan Arsitektur Universitas Atma Jaya Yogyakarta melalui e-mail dan jejaring sosial.

Di bab awal penulis memaparkan situasi lingkungan global dan lokal yang mulai memprihatinkan, yang dapat mengancam kelangsungan kehidupan di bumi. Sumber penyebab terjadinya ketidakharmonisan antara alam dan makhluk hidup dan mulai dikenalkan konsep pembangunan berkelanjutan (sustainable development).

Selanjutnya pembahasan tentang konsep konstruksi berkelanjutan (sustainable construction) yang dianggap penting dalam mengelola seluruh proyek konstruksi di bumi agar terjadi keseimbangan antara lingkungan dan aktivitas konstruksi. Di tingkat praktis implementasi dipaparkan pengelolaan proyek yang ramah lingkungan (green project) diawali tahap perencanaan proses konstruksi hijau, material hijau (green material), pengadaan material yang ramah lingkungan (green procurement), dan aktivitas pekerjaan dalam proses konstruksi hijau (green construction). Dalam bab ini dipaparkan secara jelas aspek penting yang harus ada apabila proses konstruksi ingin disebut dengan konstruksi hijau. Sampai dengan saat ini konstruksi hijau belum terdefinisi dengan jelas. Oleh karenanya penulis ingin memaparkan secara komprehensif agar pengetahuan dan pemahaman tentang hal ini dapat meluas pada tingkat perguruan tinggi sebagai lembaga ilmiah, konsultan struktur dan arsitektur, kontraktor, regulator dalam hal ini pemerintah.

Pada bab berikutnya dipaparkan limbah yang diakibatkan oleh proses konstruksi dan manajemen limbah (waste management), sistem pasokan bahan baku untuk daur ulang barang bekas bangunan, jenis-jenis material bangunan yang dapat didaur ulang.

Informasi Tambahan

Berat 0.29 kg