Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/iI2RsSNMFuNoAE9A/sipilpediastore/public_html/wp-content/themes/larismanis-wp/includes/acf-pro/includes/api/api-template.php on line 499

Rp148.500 Rp111.375

Penulis             : Rober J. Kodoatie
Penerbit           : Andi Publisher
Ukuran             : 16×23 cm
Halaman          : 504
Tahun Terbit   : 2013

Dikirimkan dari : Yogyakarta

Review

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Rekayasa Dan Manajemen Banjir Kota”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Add another image

Bencana banjir telah menjadi persoalan tiada akhir bagi manusia di seluruh dunia dari dulu, sekarang dan yang akan datang. Bencana ini diakibatkan oleh peristiwa alam atau manusia bahkan bisa oleh keduanya secara bersamaan. Secara umum banjir menyebabkan kerusakan yang lebih parah dibandingkan bencana lainnya. Di Indonesia, kerugian dan kerusakan akibat banjir adalah sebesar dua pertiga dari semua bencana lainnya dan saat ini kecenderungan bencana banjir terus meningkat seiring dengan pertumbuhan penduduk terutama di perkotaan.

Penduduk Indonesia mengalami peningkatan yang signifikan. Sampai saat ini jumlahnya mencapai hampir 240 juta dan Indonesia menempati rangking ke empat untuk jumlah penduduk dunia. Peningkatan ini lebih dominan di kota karena kota memberikan kemudahan dan fasilitas yang lebih baik dibandingkan desa. Kota terus berkembang seiring dengan laju urbanisasi. Saat ini penduduk kota telah mencapai 54 % penduduk Indonesia. Hal ini berarti telah terjadi peningkatan penduduk kota yang signifikan. Dengan demikian persoalan banjir kota menjadi semakin kompleks.

Pertumbuhan penduduk kota ini memberikan konsekuensi peningkatan kebutuhan pokok maupun sekunder sehingga memberikan dampak perubahan tata guna lahan dari ruang terbuka hijau menjadi ruang terbangun. Oleh karena itu hampir di semua kota bencana banjir terus meningkat baik kuantitas maupun kualitasnya.

Indonesia adalah negara kepulauan terluas. Salah satu referensi menyebutkan ada 17.508 pulau besar dan kecil. 5 pulau besar dengan luas area lebih dari 100.000 km2 adalah Kalimantan, Sumatra, Papua, Sulawesi dan Jawa. Ada 26 pulau dengan luas lebih besar 2.000 km2 tapi kurang dari 100.000 km2. Jumlah pulau-pulau kecil dengan luas kurang dari 2.000 km2 adalah 17.477 buah atau 99,82 % dari seluruh pulau yang ada. Data administrasi menyebutkan bahwa ada hampir 7.000 yang berstatus kota baik ibukota provinsi, ibukota kabupaten, ibukota kabupaten administrasi, kota secara administratif setara dengan kabupaten, kota administrasi dan kota kecamatan. Semua kota tersebut merupakan bagian dari seluruh kepulauan yang ada.

Perbedaan luas, kondisi, geologi, topografi dan tata guna lahan tiap-tiap pulau menyebabkan karakter pulau-pulau terutama terkait dengan sumber daya air dan khususnya substansi banjir adalah unik dan tidak bisa diseragamkan secara umum. Demikian pula kondisi kota yang berada di pulau-pulau tersebut juga berbeda-beda terutama dalam persoalan banjir dan solusinya.

Buku ini mengulas banjir kota baik rekayasa (engineering) dan manajemen. Uraiannya meliputi:
• Pertumbuhan penduduk dan kota.
• Rekayasa banjir.
• Manajemen banjir.
• Kota dan perkotaan.
• Karakter banjir di Indonesia.
• Harmoni dan integrasi.

Dengan pemahaman yang benar diharapkan persoalan banjir di kota dapat diatasi secara terpadu dan menyeluruh.

Informasi Tambahan

Berat 0.671 kg