Notice: Trying to access array offset on value of type bool in /home/iI2RsSNMFuNoAE9A/sipilpediastore/public_html/wp-content/themes/larismanis-wp/includes/acf-pro/includes/api/api-template.php on line 499
(1 ulasan pelanggan)

Rp200.000 Rp150.000

Penulis             : Teddy Boen
Penerbit           : UGM Press
Ukuran             : 17×25 cm
Halaman          : 795
Tahun Terbit   : cetakan pertama 2016

Dikirimkan dari : Yogyakarta

1 ulasan untuk BELAJAR DARI KERUSAKAN AKIBAT GEMPA BUMI: BANGUNAN TEMBOKAN NIR-REKAYASA DI INDONESIA (EDISI FULL COLOUR)

  1. Sunardi Jusuf

    – Materi : Isi materi sebenarnya bagus cuma memang tidak terpakai di dunia konstruksi “komersial”, untuk konstruksi “landed” pun jg susah karena terbentur biaya konstruksi (pengembang pasti keberatan). Penelitian ini cocok untuk diterapkan dalam bentuk retrofit atau bangun baru pada daerah pasca gempa. Bahasa lainnya klo suatu daerah belum hancur oleh gempa kebanyakan khalayak umum masih meremehkan. Penyajian ok dan terutama database berupa foto-2 berwarna yang lengkap menjelaskan kondisi riil pasca gempa.
    – Untuk kondisi buku ok, tetapi packingnya diusulkan memakai bubble plastic atau potongan dos mungkin lebih efisien sehingga tidak penyok-terlipat terutama pada ujung-2 buku. “Semua” buku defect pada ujung-nya kalo beli dengan system pengiriman seperti ini. Apakah dengan system packing dengan potongan dos biaya pengiriman akan berpengaruh karena bertambah berat?…
    – Untuk penulis Bp. Teddy Boen, terlihat lebih konsentrasi ke dunia konstruksi bangunan tembokan nir-rekayasa dan bukan ke dunia konstruksi “komersial” pada umumnya…ini terlihat dari buku yang dikarang oleh beliau selama ini.
    – By the way buku tersebut tidak signifikan (boleh dibilang tidak ada) dalam membantu saya dalam bidang konstruksi “komersial” tetapi membantu untuk menambah acknowledge saja.
    – Hati-2 dalam menerjemahkan isi buku tsb karena bisa diartikan bahwa bangunan tembokan nir-rekayasa kalo bukan dengan system “open frame” maka dapat dipakai alternative dengan memberikan “ferosemen”. Sebenarnya kalo tidak memakai system “open frame” maka bisa dengan system yang lain yaitu “bracing”. Ferosemen inilah “bracing” itu. Jadi konsepnya “open frame” digantikan “bracing” dan material “bracing”nya adalah ferosemen. Ferosemen bisa digantikan dengan material lain yang dapat berfungsi sebagai “bracing” yang kuat menahan tarik sedangkan tekan ditahan oleh tembokan itu sendiri. Aksi komposit tembokan dan “bracing” tersebut akhirnya menjadi serupa dengan “shear wall”.
    – Untuk Sipilpedia Store…,pelayanannya sudah OK…sudah memakai digital system semua informasinya (via email dan gadget/smartphone) dan cepat responnya.

    Tq

    Salam,

    Sunardi

    Helpful?
    1 0
Berikan ulasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Add another image

Buku “Belajar dari Kerusakan akibat Gempa Bumi: Bangunan Tembokan Nir-Rekayasa di Indonesia” membahas tentang bangunan tembokan nir-rekayasa yang banyak dibangun di seluruh Indonesia. Bangunan jenis ini pada umumnya mudah rusak jika diguncang gempa dan menyebabkan banyak korban jiwa maupun harta, kecuali jika diberi perkuatan dan dibangun dengan tata cara yang benar. Untuk meningkatkan ketahanan terhadap gempa, bangunan yang sudah berdiri perlu diperkuat agar memenuhi persyaratan tahan gempa atau untuk mematuhi peraturan baru. Buku ini menyajikan risalah pelajaran untuk bangunan tembokan yang dapat diambil dari 50 gempa yang merusak di Indonesia antara tahun 1954 – 2013; urutan membangun bangunan tembokan tahan gempa; permasalahan gempa di Indonesia saat ini; mekanisme kegagalan dinding tembokan; dan terakhir buku ini menguraikan teknik yang sederhana, layak, mudah ditiru, terjangkau, dan sesuai dengan budaya setempat untuk memperkuat bangunan tembokan, lengkap dengan analisis menggunakan komputer, uji coba meja getar skala penuh, dan contoh penerapan perkuatan di lapangan .

“Bahan yang disampaikan di buku dalam konteks Indonesia, juga akan berguna untuk profesional serupa di negara-negara lain di dunia, di mana dinding tembokan bata atau blok beton digunakan. Dinding tembokan akan terus digunakan di dunia karena ketersediaan bahan setempat, daya tahannya untuk melindungi penduduk dari kondisi cuaca buruk, kenyamanan untuk dihuni, dan dalam konteks budaya untuk populasi. Oleh karena itu, buku ini akan menjadi tambahan yang sangat baik untuk literatur konstruksi nir-rekayasa.”
– Prof. Dr. A.S. Arya

Informasi Tambahan

Berat 1.4 kg